Pentingnya mengenal CMYK dan RGB Dalam Dunia Grafis

Unsur warna CMYK dan RGB dalam dunia grafis memang sering kita jumpai. Namun, apa sebenarnya perbedaan dan persamaan antara kedua jenis warna tersebut, lalu apa kaitannya dalam dunia desain grafis? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Warna CMYK
CMYK merupakan singkatan dari warna Cyan, Magenta, Yellow dan blacK, yang biasanya sering disebut juga sebagai empat warna atau warna proses. CMYK merupakan model warna yang berbasis pengurangan pada sebagian gelombang cahaya, dan biasanya dipergunakan pada proses pencetakan berwarna. Dengan kata lain untuk dapat mereproduksi gambar, agar bisa mencapai hasil sempurna sehingga diperlukan setidaknya 4 warna tinta, seperti warna Cyan-Magenta-Yellow-blacK. Adapun keempat warna tinta tersebut dinamakan sebagai warna/tinta proses.

Maksud dari tinta proses di sini ialah tinta yang dipergunakan dalam mereproduksi warna lewat teknik percetakan tertentu, diantaranya seperti rotogravure, offset lighography, sablon, atau letterpress. Lain dari tinta yang biasanya hanya dipergunakan pada satu lapisan, sebab tinta yang dipakai bisa ditumpuk-rumpuk, sehingga sifat dari tinta proses ini harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti nilai opacity dan spesifikasi warna.

Kesalahan warna pada penumpukan 2 jenis tinta disebut sebagai Ink Trapping Error. Teknik pemisahan atau separasi sekarang ini memang sudah berkembang, pemakaian 4 jenis tinta proses sendiri masih dominan, namun metode untuk menambah warna ppada tinta cetak mulai berkembang pesat. Penggunaan Teknologi HiFi Color yang dikembangkan oleh beberapa pihak diantaranya Pantone yang mengembangkan teknologi Opaltone dan Hexachrome.

Dalam teknik Inkjet Printing, tinta proses sudah mengalami perkembangan yang begitu pesat, hal tersebut didorong karena adanya masalah teknis, hingga persaingan dalam menghadirkan reproduksi pada warna, seperti tinta-tinta berwarna Light Cyan, Light Magenta, Green, Orange, Matt Black, Grey, dan lain sebaganya. Dengan kata lain 4 warna bisa dibilang sebagai warna spesifik untuk menyebut teknik pewarnaan menggunakan CMYK.

Warna RCB
Perbedaan unsur CMYK dan RGB dalam dunia grafis, selain penjelasan tentang 4 warna proses CMYK di atas, kita juga harus mengenal unsur warna RGB. RGB sendiri adalah kependekan dari warna Red, Blue, dan Green. Unsur warna RGB dalam dunia grafis ini merupakan model warna yang digunakan pada input devices, pada scanner, ataupun sebagai output devices pada display monitor. Dengan warna-warna Red, Blue, dan Green ini tergantung dari teknologi peralatan yang digunakan seperti teknologi PMT atau CCD pada sigital camera atau scanner, LCD atau CRT pada display monitor.

Jika ketiga warna (red, blue, dan green) ini dikombinasikan maka akan tercipta warna putih. Karena itulah, kenapa RGB disebut sebagai additive color, yakni warna pencahayaan. Teknik warna RGB ini adalah teknik warna yang dipakai pada media elektronik, baik itu pada televise, scanner, ataupun monitor komputer. Karenanya, warna yang dihadirkan oleh RGB ini selalu menyenangkan dan lebih terang, sebab memang diatur untuk perangkat display monitor, dan bukan untuk kebutuhan cetak, sehingga Anda lebih leluasa untuk bermain warna. Namun tidak berarti penggunaan RGB ini bebas masalah sebab tampilan warna pada RGB selalu terikat oleh kemampuan atau kapasitas grafis perangkat komputer.

Perbedaan dan Persamaan RGB dan CMYK
Persamaan unsur CMYK dan RGB dalam dunia grafis, adalah sama-sama termasuk warna primer. Namun perbedaannya RGB digunakan pada layar monitor, sedangkan CMYK biasa digunakan untuk printer. Hasil campuran warna pada RGB dan CMYK juga berbeda, pada RGB akan menghasilkan warna putih, sedangkan pada CMYK akan menghasilkan warna hitam.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
Open chat